That Sweet Moment

"...Pegang tanganku, tatap mataku
Senyumanmu sejukkan hidupku
Indah layaknya mentari
Sinari pagi terbit di hatiku..."

Ada satu lagu yang catchy banget, lagu ini ngga bosan saya putar setiap hari. Liriknya bahagia, tulus, musiknya manis dan suara penyanyinya nyatu banget, soulful.

mm...saya pun sedang tidak jatuh cinta pada pria manapun. Lagu ini bikin inget Mama Papa & Adik di Toraja. 

Sejak saya mengikut Kristus, keluarga tidak mengakui sehingga sulit berkomunikasi dgn mereka. I know... I always know they always have problems... but I'm here for them, saya selalu ada untuk mereka. Sayang, sayapun tidak pernah dianggap dan dianggap jahat karena pindah agama. That's really sad.

Desember 27th adalah tanggal paling overwhelming di penghujung tahun 2015,  hari pertama kali saya bicara bahkan ngobrol dengan adik saya, setelah terakhir kali pada 31 Desember 2012. Tiga tahun tanpa kabar sungguh sedih, my little sis..adik satu-satunya yang selalu maunya selalu sama kakak dan manjanya pun sama saya. Juga adik yang menghadapi masa sulit karena kakaknya pindah agama.... 

It was a beautiful moment I've been wait for. She was laughing, giggling, teasing and kidding around me. Dia show off prestasinya dan cerita kekonyolan Mama  Papa yang doyan selfie.

Sulit mengungkapkannya dalam tulisan, tapi melihat keluarga mau menghubungi saya lagi, ini sungguh mujizat. Masalah tetap semakin rumit dan seakan tidak ada jalan, tapi tidak ada yg mustahil. Suatu saat.... suatu saat mereka akan diselamatkan. 

Janji Tuhan begitu manis, sangat manis sampai ketika terpenuhi walau sedikit demi sedikit....manusia hanya bisa terpesona, heran and even drown into tears.

Teman,
kau yang mengenal Tuhan & punya waktu untuk orang tua, ketahuilah hidupmu enak sekali. Orang yang tidak mengenal Tuhan tidak kenal kasih, cinta, ketulusan, jawaban masalah, dan sukacita. Keluarga saya pun tidak luput dari masalah, dan saya ingin sekali lihat mereka tersenyum suatu hari.

senyum karena Tuhan ada untuk mereka
senyum karena ada sukacita kekal
senyum karena masalah tidaklah masalah
senyum karena masih terlalu banyak hal yg harus disyukuri
senyum karena masih ada tahun tahun untuk memperbaiki hidup
senyum untuk segala hal

Saya ingin selalu ada untuk mereka, dekat mereka, berbagi cerita dan beban, tidak biarkan mereka sedih, tertawa bersama, bahkan bertumbuh dalam Kristus sampai akhir hidup. Sekarang mungkin belum, tapi suatu saat pasti. Apa yang mustahil bagi Dia? Hati saya yang rindu keluarga dijawabNya, sekarang saya bisa ngobrol, di masa depan saya yakin akan melayani Tuhan dgn mereka.

Sebuah permintaan kecil untuk kamu yang punya kesempatan menyenangkan keluarga, sayangi mereka, habiskan waktu bersama, buat kenangan... kalau bukan tipe hangat, inisiatif dan jangan malu atau gengsi melakukan hal manis buat mereka.  Spend a lot of time with them, like you're gonna lose them. Not only you but everyone will be happy to see your beautiful family!

And, yes!
All I have now is only love, but like the Lord said in Corinthians : love never fails.

***

Acts 16:31 NIV
"Believe in the Lord Jesus, and you will be saved—you and your household.”



1 comments:

  1. pada dasarnya yg kita maksud Tuhan itu sama, hanya cara kita menyembah-Nya aja yg beda.. every family has a story.. semoga kedamaian selalu bersamamu dan keluargamu, insha-Allah..

    ReplyDelete

 

INSTAGRAM

TWITTER

THE AUTHOR

My Photo
         
A former Miss Global Teen Indonesia, Miss Coffee Indonesia for South Sulawesi and Toraja Tourism Ambassador. Coffee drinker and chinese food reviewer for TripAdvisor, currently finishing her study majoring Tourism and also keep travel during her free time. She is involving in some Community Based Tourism sociopreneur project, the recent one is in Dago Pojok, Bandung. She was interviewed on VOI program for Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung and ROI Radio to talk about Couchsurfing in Indonesia. Another appearance on Television was on NBT Channel Thailand for representing Indonesia in ASEAN Plus Three Tourism Student Summit in Bangkok and Pattaya, another appearance was about the partnership between Indonesia and Thailand youth through Foundation for International Human Resources Development (FIHRD) where she take responsibility for the partnership.