How you serve human?



ART GALLERY
Akhir-akhir ini saya sering banget nongkrong di sebuah warung kopi murah, letaknya di hutan kota Babakan Siliwangi, Jl. Siliwangi, Bandung. Warung kopi ini sebagai fasilitas di Sanggar Mitra (kalo ga salah nih nama sanggarnya).

Seneng banget saya disini!  Betah deh saya lama-lama.
alasan utama sebenarnya karena wifi nya kenceng pol, hahaha.
Tapi selain itu, bayangkan sebuah tempat dimana art gallery merangkap warung kopi, terletak di tepi hutan kota, kalau hujan suasananya cantik demikian ketika sinar matahari menerobos dedaunan juga cantik, lalu setiap hari ada sekelompok lelaki-lelaki hipster nge-blues disini. Accoustic guitar ditambah harmonika mendayu-dayu bluesy yang mereka mainkan sungguh membuat saya nyamaaaan to the max.

MAS HENDRA
Sayangnya suasana tempat itu tidak selalu bagus.
Setiap hari menjelang hari gelap, saya  terganggu suara seseorang laki-laki, seperti sedang dirasuki apa gitu. Suaranya kencang dan berteriak-teriak tidak jelas, seperti ngobrol pada diri sendiri. Tapi teriakannya sering bertambah kencang, seakan-akan dia disakiti dan meminta tolong untuk berhenti. Memilukan untuk saya.
Setiap hari saya meninggalkan warung itu, dengan perasaan sedih.
Saya ingin berbuat sesuatu tapi saya takut.

FYI Pria ini homeless, jarang mandi, perawakannya kotor tidak terawat dan selalu merokok. Setiap harinya hanya habis setia duduk menjagai motor di parkiran, bergumam sendiri. Serem deh deket-deket. Katanya dia suka tawuran makanya ga lanjut sekolah.

Tiba saatnya saya sudah ngga kuat untuk pura-pura ngga peduli, setiap hari saya dengar pria itu berteriak dan saya hanya seperti mereka, pengunjung warung yang tidak peduli, atau diam sejenak lalu lanjut tidak peduli, atau peduli tapi takut atau malu? Saya mau begitu? Ya enggak lah. Saya malu kalau saya ngga peduli, akhirnya saya kuatkan tekad, saya akan kabarkan Gospel. Kenapa?
1. Orang ini jelas bernafas tapi tidak hidup.
2. Yang membuat dia bisa hidup normal hanya Roh Tuhan.
3. Ada setan yang berdiam dalam dirinya, yang masuk karena dia stress dan jiwanya kosong.
4. Kebayang kalau dia mati besok, saya belum sempat beritakan kabar baik yang bisa membuat dia hidup. Sayanya bakal nyesel abis, dan dia jelas ngga masuk surga.
5.  Ga tega saya, masa saya tahu benar apa yang bisa menyelamatkan dia, tapi saya diam saja. Itu namanya egois, penakut, tidak taat sama Tuhan dsb. Dan itu memalukan.
6. Karena saya ingin orang ini merdeka,  hidup dalam kasih Tuhan yang luar biasa, sehingga dia bernafas dengan jiwa yang merdeka dan luar biasa. Karena untuk itulah dia diciptakan. Saya percaya manusia diciptakan bukan untuk jadi benalu sia-sia dan tidak berharga. Itu semua hanya hasil pekerjaan iblis.

Menakutkan, sungguh. Kalau cewe, mana ada yang mau mendekati orang sakit jiwa baik-baik. Gimana kalau di grepe-grepe? Di pukul? dsb. Mana tahu bakal diapain bro, orang sakit jiwa, suka tawuran.
Takut banget, saya bisa rasakan saya gemetar demikian rupa. Saya takut tapi roh di dalam diri saya mendesak. Akhirnya saya udah ngga kuat, kaki saya bahkan lemas sulit berdiri. Saya buka Alkitab saya,
ayat yang muncul:
Matius 8:17 : Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.
      Settt. Jedug banget. Saya cuma perhatikan potongan 'Dialah yang memikul kelemahan kita'. Benar, saya mungkin lemah, saya mungkin takut, tapi bukan diri saya yang saya andalkan, tapi Tuhan . Kuatlah hati saat itu. Saya kembali berdiri siap menghampiri si pria yang sakit jiwa.
      Saya tahu setiap pengikut Tuhan telah dikaruniai Roh yang penuh kasih dan kekuatan. Dengan modal yang dari Tuhan itu, kemarin siang saya akhirnya datang pada pria ini, saya mengasihi dia sebagaimana Tuhan mengasihi saya. Tanpa gengsi, saya tidak peduli cemoohan orang di belakang tentang saya yang duduk mau ngobrol dengan pria ini. Saya sapa,

'Halo, permisi.. boleh saya duduk dan ngobrol?'
'Oh, iya duduk aja mbak.' Oh man orang ini bicara. Agak lega..
'Saya boleh tahu namanya mas? kalau saya Aurora.' saya ulurkan tangan saya,
'Hendra.' disambutnya dengan ragu-ragu dan curiga. Tangannya cuma disentuhkan ke tangan saya, sebisa mungkin saya jabat. Ditariknya cepat-cepat.
'Tinggal dimana mas kalau boleh tahu?'
'di belakang situh...' ditunjuknya bagian belakang art gallery dengan malas-malas.
'Saya ngga ada teman ngobrol, saya ngobrol gapapa ya?'saya hati-hati bertanya, meminta izin.
'Saya ngga mau mbak, saya malas. Malas gitu. malas' badannya dibalik sambil melambai-lambaikan tangan tanda malas banget, seakan-akan ngomong please deh mbak, ngapain usik saya. Wah, rejection. Saya diem dulu, agak bingung juga ditolak begini, tapi saya ngga nyerah, ini untuk kebaikannya.
'Oh, yaudah.. maaf ya.' hening. Lalu saya lanjutkan, 'mas hendra tahu Tuhan Yesus?' dia berbalik, sepertinya tertarik.
'Iya, Kristen.' Dia akhirnya membalikkan badan ke arah saya.
'Iya, betul, saya cuma mau ngasih tahu, bahwa dia sebenarnya Tuhan yang mau mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, termasuk dosa mas Hendra.' Kepalanya dianggukkan... dan bergumam ooh. 'Kalau terima dia sebagai Tuhan dan juruselamat , maka mas Hendra selamat. Masuk surga. Pernah ngga mas Hendra takut mati?' saya melanjutkan, ekstrim. Ngeri, semua kata-kata meluncur lancar jaya.
'Iya mbak, saya takut, setiap hari saya kepikiran , tiap hari..tiap hari.'
'Kalau mas Hendra mau terima keselamatan dari Tuhan, mas Hendra ngga usah takut mati, masuk surga. Mau tahu caranya?'
'Mau.'
'Ayo berdoa, sama saya dituntun mas hendra ikutin ya.' dia mengangguk mantap.
'Tuhan Yesus, saya mengaku saya orang berdosa, ampuni dosa saya. Saya mengaku Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat saya, terima kasih Tuhan.' Diikuti nya dengan mantap. 'Nah, sekarang mas Hendra sudah lahir baru. Sekarang mas Hendra  harus hidup lebih semangat ya, karena ada Tuhan Yesus dalam diri mas Hendra.' Dia mengangguk. 'nanti mas Hendra ikut ke gereja ya, kalau ada masalah saya bantu pulihkan, kan ada Tuhan Yesus',
'Iya mbak..'
'Saya sering lihat mas Hendra, ngomong sendiri dan teriak-teriak kenceng. Mas Hendra tahu itu?' Saya bertanya hati-hati..agak lama baru dijawabnya.
'Iya mbak, saya juga sadar kok. Sadar. Kadang-kadang sampai pagi begitu...'
'Mau ngga berhenti begitu?'
'Mau lah mba..' jawabnya lirih.
'Yaudah, mas tenang aja, saya doakan ya?' saya tersenyum meminta izin, dan dia katakan 'Iya.'
Saya kemudian tumpangkan tangan doakan dia, mengusir semua roh jahat yang merasukinya, meneguhkan hatinya dan memintakan supaya dia hidup merdeka. Dia diam saja, semua berjalan dengan baik, perkenanan Tuhan luar biasa banget dan hadiratnya juga terasa sangat penuh. Ini yang namanya kuasa Tuhan jauh lebih besar dari kuasa gelap. Ga berani lah itu kuasa gelap mau melawan, sedikit pun.
Kelar berdoa, saya semangati dia, dan dia terlihat lebih antusias.

Setelah itu saya pun lanjut nge-wifi dengan hati berbunga-bunga, Tuhan sungguh baik, satu jiwa diselamatkan.

WHAT HAS CHANGED?
Setiap hari seperti yang saya ceritakan, mas Hendra ini kalau matahari mulai redup, mulai teriak-teriak ngga jelas. Malam harinya saya perhatikan pengen tahu, ternyata ada kemajuan, dia masih bergumam tapi sudah tidak teriak, awesome God! Esok harinya, (hari ini) saya datang lagi, ngecek. Oh, jam 7 sampai 9an udah engga, sempat saya dengar lagi dia bergumam tapi hanya sebentar, sekitar 5 menitan. setelah itu dia duduk aja lempeng ngerokok.

Biasanya kalau udah mulai jam 8 malam itu, teriakan mas Hendra akan tiba pada puncak klimaks, keras banget dan mengganggu. Ibu yang punya warung harus keluar dan mukul-mukul dia pakai kemoceng suruh berhenti, sayangnya ngga pernah ngefek, mas Hendra tetep kenceng teriak. Kadang dia diboyong ke dalam hutan supaya teriakannya ngga kedengaran ke warung. Kasihan. Hutannya gelap lagi, banyak nyamuk gede-gede, oh no.

Malam ini saya ngga melihat dia aneh-aneh.

And this is sooo wow to me.
saya harap kedepannya mas Hendra bisa sembuh 100%. Saya bisa ajak ke gereja untuk hidupnya dipulihkan, dia bisa hidup layak, normal dan bahagia. Karena itu yang Tuhan inginkan untuk semua manusia, termasuk mas Hendra.

CONCLUSION
1. Homeless, mentally ill person atau orang-orang yang stress, terganggu jiwanya dsb juga manusia. Mereka berhak hidup bahagia. Kalau kau tahu caranya hidup bahagia dengan gratis dan terjamin untuk selamanya bahkan sampai akhirat, kenapa harus disimpan sendiri?
2. Mempekerjakan orang yang homeless dan sakit jiwa, buat saya bukan sebuah pertolongan, melainkan perbudakan. Mereka bukan butuh uang, rumah dsb. Yang mereka butuhkan adalah pemulihan jiwa, rehabilitasi atau karantina. Mas Hendra ini memang disediakan tempat berteduh dan dipekerjakan sebagai tukang parkir, namun uang nya habis hanya untuk makan dan rokok setiap hari. Jadi tidak ada gunanya uang hasil pekerjaan tapi habis untuk menggerogoti kesehatan. Orang yang mengenal Tuhan cepat atau lambat bisa memperoleh hikmat, membuatnya bisa bijak dalam hidup termasuk mengatur keuangan. Saya ingin mas Hendra ini bisa demikian. Keinginan saya muluk? engga, memang itu yg Tuhan mau dan tidak ada yang mustahil.
3. Mereka juga manusia, dan kita tidak pantas merendahkan mereka. Siapa kita merasa lebih tinggi dari mereka? Terkadang manusia merasa dirinya lebih tinggi, saya melihat ketika mereka berbicara pada mas Hendra, seakan-akan mas Hendra ini binatang. Disuruh-suruh, dibentak-bentak, dan terkadang didorong-dorong pakai kemoceng. Sungguh menyakitkan. Di mata saya, mas Hendra ini sesama manusia, selevel dengan kita, yang butuh dilayani perihal kesembuhan. Kita kalau di posisi nya bagaimana? Dan pada kenyataannya saya ngobrol sopan sama mas Hendra, disambut dengan sopan juga ternyata. Dia tidak lantas menginjak-injak saya, membentak, atau mengeluarkan kata-kata kotor. Tidak. Bisakah kita menganggap mereka tidak rendah? Bisakah kita sopan terhadap mereka? Bisa.
4. Memalukan itu kalau kau melakukan aksi volunteer dalam rangka supaya dianggap peduli oleh masyarakat, atau buat keren-kerenan, atau but pencitraan. Ternyata pas lihat yang membutuhkan, kau ngga mau repot nolongin tulus. Penyakit ini biasanya dimiliki oleh pemimpin-pemimpin di Indonesia, tapi engga semua kok. Masih banyak juga yang baik beneran.
5. Tuhan Yesus itu kuasanya nyata dan ngga pernah berakhir. Jelas lah ya. Kuasa yang sama dicurahkannya pada rasul-rasul, demikian juga sama dicurahkannya bagi manusia yang percaya padanya. See, iblis ga mempan buat saya. Bukan sombong atau pamer atau bermegah megah, next time saya ceritain pengalaman lucu saya sama dukun sakti bin masyhur, saya ceritain betapa Tuhan itu dahsyat. Kebayang kalau saya ngga mengandalkan Tuhan, who knows mas Hendra bisa ngapa-ngapain saya, melihat roh jahat dan iseng dalam dirinya sungguh menyeramkan. Demikian kita, percayalah Yesus itu Tuhan yang penakluk, bukan ditaklukkan. Maka kau akan rasakan kekuatan Roh Tuhan itu bekerja dalam dirimu.


sudah dulu yaw, udah malam.
ngantuk, kangen mama tua di rumah <3 hehe
caw bye bye,

Walk good. Live wise. Be blessed.
Tuhan memberkati kita seeeemuanya.












2 comments:

  1. what a story.. ini baru pekerja di ladangnya Tuhan. Bangga sama kak aure :D
    ijin share :)

    ReplyDelete
  2. Keren aure....
    Baru baca blog kamu ��

    ReplyDelete

 

INSTAGRAM

TWITTER

THE AUTHOR

My Photo
         
A former Miss Global Teen Indonesia, Miss Coffee Indonesia for South Sulawesi and Toraja Tourism Ambassador. Coffee drinker and chinese food reviewer for TripAdvisor, currently finishing her study majoring Tourism and also keep travel during her free time. She is involving in some Community Based Tourism sociopreneur project, the recent one is in Dago Pojok, Bandung. She was interviewed on VOI program for Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung and ROI Radio to talk about Couchsurfing in Indonesia. Another appearance on Television was on NBT Channel Thailand for representing Indonesia in ASEAN Plus Three Tourism Student Summit in Bangkok and Pattaya, another appearance was about the partnership between Indonesia and Thailand youth through Foundation for International Human Resources Development (FIHRD) where she take responsibility for the partnership.