July Trip - Pada Mulanya..

Perjalanan saya dimulai di negara Laos.
iya benar, Laos itu negara.

Walaupun saya terbang ke Thailand, tapi bukan itu tujuan utama saya. Laos adalah negara yang menarik hati saya demikian dalam, sehingga saya tidak sabar meneliti tempat ini. Saya berharap saya bisa membuktikan langsung testimoni orang-orang mengenai Laos.
Pertama kali saya mengenal Laos, adalah dari buku cetak IPS kelas tiga SD. Cukup tahu mata uangnya adalah Lao Kip. Sebelas tahun kemudian, saya mendengar tentang Laos dari dosen saya di kampus. Anda tahu, setelah cerita dari dosen saya, bagaimana kesan saya mengenai Laos?

define LAOS : Negara dengan tingkat kompetitif harga paling rendah dalam berwisata (maaf bahasanya agak susah, maksudnya kalau berwisata, Laos itu negara paling murah meriyah gitu) . Masyarakatnya miskin-miskin, kurang akrab dengan istilah wisata, tidak ada aspal, gersang, pokoknya semacam Somalia versi Asia. Somalia versi tanpa perang. Jadi kesannya kalau dibandingkan dengan Indonesia, Laos jauh dan kasihaaan.
salah satu foto yang ditampilkan dosen saya di slide show
Enam bulan kemudian saya ikut acara gathering bulanan Couchsurfing Bandung yang dipelopori mba Yudhinia Venkanteswari alias Mba Ririe dkk. Gathering kami ini adalah potluck yang diadakan di Dago pakar, dan dihadiri oleh mas Agustinus Wibowo dan mba Dina . Mba Dina (yang populer di kalangan traveller dengan nickname Dina Dua Ransel) bercerita, bahwa dari 40 lebih negara yang telah dikunjunginya, Laos adalah negara paling berkesan. Forreaaaal? saya agak terkejut karena image Laos di kepala saya jauh dari potensi mengesankan. Bagaimana mungkin gitu. Mba Dina membenarkan bahwa masyarakat Laos miskin miskin banget, namun masyarakat yang ramah membuatnya mencintai negara ini. Lebih lanjut diceritakannya betapa tidak akan ia temukan kesan seperti ini di negara lain, tidak ada yang seramah orang orang Laos. Saya jadi semakin penasaran dan hanya berucap dalam hati, negara ini biasa saja, namun cukup membuat saya penasaran. Well, jika ingin tahu lebih lanjut cerita mba Dina, langsung ke blognya saja, klik disini untuk membaca salah satu postingannya di Laos yang seru abis.
foto setelah potluck
Saya adalah tipikal pengamat yang senang mengamati sesuatu, istilah gawlnya sih, kepo dalam diam. Mungkin karena saya adalah mahasiswi pariwisata, kebetulan sudah terlatih untuk mengidentifikasi suatu destinasi. Semakin kesini semakin senang meneliti suatu destinasi wisata. Yah pokoknya intinya, saya kepengen ditempatkan di Laos, segera.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya 15 Juli 2013,  Icha dan saya akan berangkat ke Bangkok. Kami akan backpacking ditemani seorang pembimbing, sepuh traveller yang masih muda - engineer Microsoft Indonesia, Wirawan Winarto. Ko Wawan (panggilan sayangnya) telah membuat itinerary untuk kami, dan you know what? isinya adalah Indochina trip! Means saya berkesempatan menginjak Laos, Myanmar, Vietnam dan Cambodia. Saya tidak sabar 'fieldtrip' ke Laos!

here we come Bangkok!

***




0 comments:

Post a Comment

 

INSTAGRAM

TWITTER

THE AUTHOR

My Photo
         
A former Miss Global Teen Indonesia, Miss Coffee Indonesia for South Sulawesi and Toraja Tourism Ambassador. Coffee drinker and chinese food reviewer for TripAdvisor, currently finishing her study majoring Tourism and also keep travel during her free time. She is involving in some Community Based Tourism sociopreneur project, the recent one is in Dago Pojok, Bandung. She was interviewed on VOI program for Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung and ROI Radio to talk about Couchsurfing in Indonesia. Another appearance on Television was on NBT Channel Thailand for representing Indonesia in ASEAN Plus Three Tourism Student Summit in Bangkok and Pattaya, another appearance was about the partnership between Indonesia and Thailand youth through Foundation for International Human Resources Development (FIHRD) where she take responsibility for the partnership.