Étude Product

Happy Holy Sunday! Wow beautiful morning today..

Saya sedang menunggu ibadah gereja yang akan dimulai dua jam lagi. Sambil menunggu, saya mau cerita tentang produk Étude. Étude itu apa sih? Kepo dong kaka.

Étude ini adalah merek kosmetik korea yang go international, disebut-sebut sebagai merek yang paling sukses, mengalahkan suksesnya The Face Shop dan Innisfree. Juga dianggap setara The Body Shop dan Marks and Spencer. Yang wanita pasti akrab sama merek ini, kalau Anda adalah pria dan Anda juga akrab merek ini, berarti......ah sudahlah.



So, saya sedang suka banget dengan merek ini. Alasannya
1. Saya suka drama dan lagu korea
2. Saya jadi cantik pakai produk ini. Sori pede abis.
3. Mungkin Lee Gi Kwang akan jatuh cinta pada pandangan pertama kalau saya pakai produk ini

Berhubung saya suka style korea yang simple dan elegan (dan lucu unyu) itu, saya jadi terinspirasi untuk merawat diri sesuai dengan Korean style. Dari ujung rambut hingga ujung kuku kaki, Saya menggunakan beberapa produk yang mendukung proyek Korean style ini. Yang paling saya suka adalah brand Étude.
Saya favorite BB Cream Beige Light nya, luar biasa banget deh, recommended untuk Anda wanita (atau pria) Asia yang tidak senang dengan make up tebal. Intinya, produknya top banget.

Dasar saya punyanya otak bisnis, saya mencari tahu seluk beluk produk ini dari pabrik hingga distributor resminya, serta prospek di pasar seperti dan sebesar apa.
Jelas sekali ya, namanya produk komersil pasti dapat menjadi alat bisnis.
Namun saya mau membahas bagaimana produk brand Étude ini dapat menjadi bisnis yang sangat menguntungkan di kalangan pebisnis online.

Kita bahas satu produk saja yang representatif ya, Étude BB Cream.
Sudah tahu kan, harganya di toko berapa? Yes, IDR 478.000 (Harga di Bandung, Mei 2013) produk ini selalu sold out, dan jadi Best Seller. Susah deh mendapatkannya. Sampai akhirnya saya menemukan di Instagram, banyak yang menjualnya dengan harga hanya sepertiga sampai setengah harganya saja. Wow murah banget, dan itu asli, bukan fake atau KW.



Saya jadi penasaran, bagaimana bisa harganya semurah itu. Saya telusuri, dan teman saya Kim oppa memberitahu saya, ternyata harga jualnya di Korea memang sangat murah, hanya KRW 9720 - 14000 , sekitar IDR 85000 - 112000 per buahnya.
No wonder begitu banyak yang menjual hanya sekitar IDR 170000-300000 saja. Harganya jauh dibawah dari toko resmi Étude, tetap memperoleh laba dan peminatnya banyak sekali.



Bisa dibayangkan, bagaimana untungnya si online shop yang bertebaran menjual Étude product dengan peminat yang begitu banyak. Tinggal beli ke Korea, tenteng pulang, jualan, kaya deh. Tanpa harus beli lisensi merek, bayar pajak produk dan tempat, pegawai, dan sebagainya.
Kedengarannya menguntungkan ya. EH MALAH menguntungkan banget. Omzet bisa sampai milyaran dalam sebulan.

Saya tadinya berniat menjalankan bisnis ini tanpa lisensi dari Étude. Yah, sekedar online shop gitu. Belanja di Korea dan bawa pulang ke Indonesia. Saya mengurungkan niat juga akhirnya.

Soalnya, sadarkah kita.. Sebenarnya hal ini yang sering disebut melenceng dari etika bisnis. Kenapa coba? See... Karena pasar bebas di Asia, mudah bagi kita berbelanja antar negara. Mudah juga bagi oknum tertentu untuk memanfaatkannya sebagai solusi atas pajak yang tinggi.

Kasihan bagi perusahaan besar, lisensinya dibajak. Hukum kurang proaktif dan memadai dalam menangani hal ini, akibatnya banyak ide bisnis sejenis yang tidak berkembang karena pebisnis yang bersangkutan tidak termotivasi untuk berbisnis lebih besar. Susah termotivasi rasanya... ketika ide bisnis kita yang walau sudah dipatenkan tetap bisa di plagiat atau dibajak orang, bukan begitu?

Kalau keadaan seperti ini selalu dibiarkan, kapan perekonomian negara kita akan berkembang. Masih maukah kita hanya berkembang di sektor kecil? Jangan mau punya mental begitu deh. Dan jangan mau merasa rugi hanya karena beli di toko resmi, harusnya Anda bangga untuk tidak mendukung pembajakan produk.

Kita dukung yuk, mau kosmetik, barang, dan sebagainya,
Mari sama-sama menggunakan produk asli dan resmi, bukan bajakan atau KW.

Kita dukung para pebisnis hebat di negara kita untuk mau bersaing kompetitif di kancah yang lebih besar. Fightiiiing~

Eh, udah dulu, mau ibadah. Prepare for praise and worship..wihiw.
God bless us 😍









I blog with BE Write


0 comments:

Post a Comment

 

INSTAGRAM

TWITTER

THE AUTHOR

My Photo
         
A former Miss Global Teen Indonesia, Miss Coffee Indonesia for South Sulawesi and Toraja Tourism Ambassador. Coffee drinker and chinese food reviewer for TripAdvisor, currently finishing her study majoring Tourism and also keep travel during her free time. She is involving in some Community Based Tourism sociopreneur project, the recent one is in Dago Pojok, Bandung. She was interviewed on VOI program for Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung and ROI Radio to talk about Couchsurfing in Indonesia. Another appearance on Television was on NBT Channel Thailand for representing Indonesia in ASEAN Plus Three Tourism Student Summit in Bangkok and Pattaya, another appearance was about the partnership between Indonesia and Thailand youth through Foundation for International Human Resources Development (FIHRD) where she take responsibility for the partnership.